Logo ABM

Veda Ega Pratama: Bocah Gunung Kidul Penakluk Sirkuit Eropa

Veda Ega Pratama: Bocah Gunung Kidul Penakluk Sirkuit Eropa
Veda Ega Pratama Balap
ilustrasi: aksi pembalam MotoGp

Mengenal Veda Ega Pratama: "The Wonder Kid" Gunung Kidul yang Menaklukkan Aspal Eropa

Bicara soal masa depan balap motor Indonesia, satu nama kini tengah menjadi buah bibir di kancah internasional: Veda Ega Pratama. Lahir di Gunung Kidul pada 23 November 2008, remaja ini bukan sekadar "ikut balapan". Ia adalah anugerah bagi dunia motorsport tanah air, membawa harapan besar bahwa suatu saat nanti lagu Indonesia Raya akan berkumandang di kelas utama MotoGP.

Mental juara Veda tidak tumbuh dalam semalam. Di balik kemudi, ada bimbingan tangan dingin sang ayah, Sudarmono, legenda balap nasional yang menjadi mentor utamanya. Menariknya, karier Veda justru dimulai dari kerasnya lintasan motocross sejak usia 5 tahun. Dari debu dan lumpur itulah, insting pengendalian motornya terasah tajam sebelum akhirnya ia "pindah rumah" ke lintasan aspal yang mulus namun penuh tekanan.

"Keajaiban bukan tentang kecepatan saja, tapi soal bagaimana tetap tenang saat berada di posisi paling sulit."

Nama Veda benar-benar meledak saat ia mendominasi Asia Talent Cup (ATC). Ia tak hanya menang; ia mengukir sejarah sebagai orang Indonesia pertama yang menjadi juara umum di ajang tersebut. Tak butuh waktu lama bagi pemandu bakat Eropa untuk menyadari bakatnya, hingga akhirnya ia ditarik masuk ke ekosistem elite Red Bull MotoGP Rookies Cup.

Ingin tahu lebih banyak tentang talenta muda kita? Intip juga artikel mengenai profil atlet muda Indonesia lainnya yang tak kalah inspiratif di panggung dunia.

Momen 'Gila' di Mugello 2025

Tahun 2025 menjadi saksi bisu kematangan Veda di sirkuit legendaris Mugello, Italia. Pada Race 1, ia memenangkan duel menegangkan di tikungan terakhir. Namun, drama sebenarnya terjadi pada Race 2. Sempat melorot hingga ke posisi ke-10, Veda menunjukkan aksi comeback yang bikin jantung penonton berdegup kencang. Satu per satu rivalnya ia libas hingga akhirnya finis pertama dan menyabet gelar Double Winner.

Kini, perjalanan anak muda dari Gunung Kidul ini masih panjang. Namun satu yang pasti, dengan kedisiplinan dan mentalitas baja yang ia miliki, podium-podium dunia lainnya tinggal menunggu waktu untuk ia kuasai. Kita semua menunggu hari itu tiba, saat Veda membawa nama Indonesia ke puncak tertinggi balap motor dunia.

« Artikel Sebelumnya Memuat judul...