Veda Ega Pratama: Dari P19 Naik ke P9, Kena Penalti di 2 Lap Terakhir
Kalau nonton Moto3 Austria , pasti gregetannya masih kerasa. Veda Ega Pratama lagi on fire, dari belakang banget udah nyampe rombongan depan, eh malah harus terima Double Long Lap Penalty.
Start dari P19 itu bukan posisi enak di Red Bull Ring. Treknya pendek, 4,3 km, tapi semua motor numpuk di lap awal. Salah sedikit, bisa keseret crash. Veda paham itu. Di 5 lap pertama dia nggak maksa. Dia cicil satu-satu. Uriarte lewat, Bertelle lewat, Pini lewat. Pelan tapi pasti.
Nah...memasuki pertengahan balapan, anak Honda Team Asia ini udah ada di P11. Pace-nya 1:40 kecil, konsisten. Di saat pembalap depan mulai rebutan dan bannya mulai drop, Veda justru makin kenceng. Ini ciri khas Veda musim ini: jaga ban di awal, gas di akhir. Strategi yang mirip sama yang dipakai Quiles waktu menang di Misano.
Kronologi Senggolan di 2 Lap Terakhir
Nah, momen yang sempat viral itu terjadi di lap 18 dari 20. Veda udah di P9, tepat di belakang David Munoz. Munoz lagi di P8, menutup jalur dalam. Veda lihat celah di Tikungan Remus — tikungan kanan lambat setelah lurus panjang.
Veda masuk lebih dalam, pengereman telat. Munoz juga ambil jalur dalam. Dua-duanya nggak mau ngalah. Stang ketemu stang. Motor Veda goyang, motor Munoz melebar dan hampir highside. Beruntung dua-duanya nggak jatuh, tapi Race Direction langsung pasang penyelidikan.
Sudah di depan setengah motor, Munoz tutup jalur. Ini insiden balap, bukan sengaja.
Manuver menyebabkan lawan melebar. Dijatuhkan hukuman Double Long Lap.
Aturan Moto3 emang sekejam itu. Begitu ada kontak dan pembalap lain dirugikan, minimal satu Long Lap. Karena terjadi di fase penentuan poin, juri berikan dua. Berat banget.
Veda sebenarnya sudah coba jalani hukuman secepat mungkin di lap 19 dan 20. Tapi di trek pendek ini, satu Long Lap = hilang ±3,5 detik. Dua kali? Hampir 7 detik melayang. Dari yang tadinya rebutan P7–P8, langsung finis di P13. Padahal tanpa hukuman, dia punya kecepatan buat P8.
Bukan Akhir Dunia — Ini Bukti Veda Sudah Naik Level
Oke, P13 itu nggak dapat poin. Nyesek. Tapi lihat gambaran besarnya: Veda udah bukan lagi pembalap yang cuma ikut-ikutan. Start P19, salip 10 motor, masuk zona poin, duel ketat sama pembalap top. Banyak pembalap muda kalau start belakang udah nyerah. Veda malah makin kencang.
David Munoz bukan nama sembarangan — musim lalu P5 klasemen akhir dengan 197 poin, menang di Sachsenring. Bisa tempel dan bikin dia kerepotan berarti level Veda udah masuk jajaran depan.
💬 Suara Netizen
Ada yang bela: "Munoz tutup jalur terlalu kasar". Ada yang bilang: "Kurang sabar dikit, tinggal 2 lap". Tapi mayoritas sepakat: Veda punya kecepatan podium, tinggal butuh sedikit ketenangan di momen krusial bikin deg degkan hhhh.
Pelajaran mahal: di Moto3, cepat saja nggak cukup — tahu kapan sabar itu kunci. Di Austria, kecepatannya udah terbukti. Tinggal di balapan berikutnya, tahan manuver kayak gitu sedikit lagi, tunggu lurus utama, lewat bersih tanpa hukuman.
Kerja keras 18 lap buyar dalam dua putaran hukuman memang pahit. Tapi kalau di umur 17 tahun kamu bisa bikin seisi paddock ngomongin kamu, itu bukan kegagalan — itu tanda kamu di jalur yang benar. P13 hari ini bisa jadi podium di seri berikutnya.
Kita tunggu balasan Veda. Pembalap yang lapar biasanya paling berbahaya. 🏍️🔥
Sumber: MotoGP.com · Hasil: P13, DLLP