Veda Ega Pratama P6 di Mandalika Sejarah Baru Pembalap Indonesia!
Veda Ega Pratama P6 di Kandang Sendiri — Maximo Quiles Juara Dunia di Mandalika!
11 Oktober 2026 · Sirkuit Pertamina Mandalika — Rekor baru pembalap Indonesia!
Lombok, ABM Garage — Tangis haru dan sorakan ribuan penonton pecah di Pertamina Mandalika International Circuit, Minggu (11/10/2026). Di hadapan publik sendiri, pembalap muda kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, mencetak sejarah baru: finis di posisi keenam, hasil terbaik pembalap tanah air sepanjang kehadiran Moto3 di kandang sendiri.
Di sisi lain, sirkuit yang sama juga menjadi panggung penobatan masa depan olahraga balap dunia. Maximo Quiles, pembalap berusia 17 tahun dari Spanyol, tampil tak terkejar sejak awal balapan dan resmi mengunci gelar Juara Dunia Moto3 2026 dengan lima seri masih tersisa.
🏁 Jalannya Balapan: Start P7, Sempat Melesat ke P2!
Veda Ega yang memulai balapan dari posisi ketujuh di grid langsung menunjukkan niat serius. Pembalap tim Honda Team Asia ini tidak mau malu di depan ribuan pendukung yang datang dari berbagai penjuru negeri. Di putaran kedua, ia membuat kejutan besar: sukses menyalip satu per satu lawan dan naik hingga ke posisi kedua!
Aksi salipannya di tikungan 10 dan 16 — bagian sirkuit yang terkenal menuntut ketepatan pengereman — langsung mengundang sorakan gemuruh dari tribun. Namun persaingan di kelas Moto3 memang dikenal paling brutal di dunia: 15 pembalap terdepan berjarak hanya hitungan sepersekian detik, saling tarik-menarik posisi di setiap tikungan.
Memasuki pertengahan balapan, tekanan dari rombongan depan membuat Veda turun perlahan ke posisi kelima. Di putaran ke-16, ia masih kokoh di P5, tepat di belakang Rico Salmela. Menjelang akhir, tekanan semakin berat: Guido Pini dan Adrian Fernandez mulai mendekat dan sempat menyalip. Tapi Veda tidak menyerah — di dua putaran terakhir, ia kembali menyalip Pini dengan manuver pengereman terlambat yang sangat presisi di tikungan pertama.
Saat bendera kotak-kotak dikibarkan, Veda mengamankan posisi keenam dengan catatan selisih +12,017 detik dari pemenang balapan. Ia hanya terpaut 1,05 detik dari Rico Salmela di P5, dan unggul tipis 0,300 detik dari Guido Pini di P7. Suhu lintasan yang menyentuh 47 derajat Celcius tidak membuatnya goyah — manajemen ban yang cerdas membuatnya tetap kompetitif hingga garis finis.
🏆 Quiles Dominan — Juara Dunia Dikunci di Mandalika
Maximo Quiles menutup balapan dengan penampilan nyaris sempurna. Start dari posisi terdepan, langsung melesat, dan sejak putaran ke-4 tidak tersentuh lagi oleh siapa pun. Ia menuntaskan 20 putaran dengan waktu total 32 menit 36,821 detik.
Unggul +2,994 detik dari David Almansa di posisi kedua, dan +5,156 detik dari Brian Uriarte yang melengkapi podium. Kemenangan ini sekaligus mengunci gelar Juara Dunia Moto3 2026 — dengan sisa lima seri, keunggulan 132 poin sudah mustahil dikejar siapa pun.
📊 Hasil Lengkap 10 Besar Moto3 — GP Indonesia 2026
| Pos | Pembalap · Tim | Waktu | Poin |
|---|---|---|---|
| 1 | Maximo Quiles — CFMOTO Aspar | 32:36,821 | 25 |
| 2 | David Almansa — Intact GP | +2,994 | 20 |
| 3 | Brian Uriarte — Red Bull KTM Ajo | +5,156 | 16 |
| 4 | Matteo Bertelle — LEVELUP MTA | +5,250 | 13 |
| 5 | Rico Salmela — Red Bull KTM Tech3 | +10,967 | 11 |
| 6 | Veda Ega Pratama — Honda Team Asia 🇮🇩 | +12,017 | 10 |
| 7 | Guido Pini — Leopard Racing | +12,317 | 9 |
| 8 | Adrian Fernandez — Leopard Racing | +12,890 | 8 |
| 9 | Joel Esteban — LEVELUP MTA | +17,608 | 7 |
| 10 | Scott Ogden — CIP Green Power | +17,659 | 6 |
📈 Klasemen: Veda Naik 2 Tingkat, Masuk 7 Besar!
Tambahan 10 poin dari posisi keenam mengangkat Veda Ega Pratama naik dua peringkat sekaligus ke urutan ketujuh klasemen sementara Moto3 2026, dengan total 115 poin. Ia melewati Hakim Danish dan Matteo Bertelle yang masing-masing mengoleksi 109 poin. Di depannya kini ada Joel Kelso di P6 dengan 117 poin — hanya terpaut 2 poin! Peluang masuk lima besar di seri berikutnya sangat terbuka lebar.
Di puncak klasemen, Maximo Quiles kini tak terkejar dengan 351 poin, unggul 132 poin atas David Almansa (219 poin) di posisi kedua, diikuti Brian Uriarte (203 poin) di ketiga.
Pencapaian Veda di Mandalika bukan sekadar deretan angka di papan skor. Ini adalah rekor baru pembalap Indonesia di ajang dunia. Sebelumnya, hasil terbaik di kandang sendiri adalah P14 oleh Mario Suryo Aji pada tahun 2022. Hari ini, Veda memecahkan batas itu dengan gemilang.
Di usia 17 tahun, masih menjalani musim keduanya sebagai pendatang baru, ia tidak gentar berhadapan dengan pembalap-pembalap terbaik dunia. Sempat turun dari P2 ke P5, ia tidak panik, tidak menyerah, dan tetap mendorong sampai garis finis. Inilah bukti bahwa pembinaan bibit muda balap Indonesia berada di jalur yang benar — dan potensinya masih sangat besar.
Tersisa lima seri lagi musim ini. Kita doakan, Veda terus berkembang, semakin percaya diri, dan mampu meraih podium pertamanya di kancah dunia. Langkahnya sudah benar — tinggal terus melaju.
Seperti semangat yang selalu kita pegang di sini: Belajar — Berbagi — Berkarya. Veda telah belajar keras setiap hari, ia berbagi kebanggaan untuk seluruh negeri, dan kini ia berkarya dengan hasil yang membanggakan. Terus melaju, Veda! Indonesia mendukungmu! 🇮🇩🏍️