Mencari solusi tentang Gigi rasio yang cocok dan pas buat touring.
|
Halo sobat pecinta motor tua yang suka oprek motor sendiri! Bagi kawan-kawan yang mau berbagi ilmunya, monggo silakan dengan senang hati. Siapa tahu ilmu Anda bisa bermanfaat bagi yang sedang mencari solusi, sekaligus menjadi amal kebaikan bagi kita semua. Kali ini, saya ingin sedikit berbagi unek-unek tentang dunia keluarga Honda tua dan dunia per-CB-an.
Motor tua dari keluarga Honda seperti CB ini adalah salah satu harta karun bagi para pecintanya di negeri ini. Menariknya, sebagian besar model CB yang beredar di jalanan saat ini bukanlah motor CB asli bawaan pabrik, melainkan motor hasil modifikasi dari berbagai jenis motor sport Honda lainnya, seperti:
- Honda GL 100
- Honda GL Max Series
- Honda GL Max Neo Tech
- Honda GL Pro Platina
- Honda GL Pro Series
- Honda GL Pro Neo Tech
- Honda MegaPro
- Honda GL 200 (Tiger)
Hal tersebut dikarenakan jumlah penggemar modifikasi jauh lebih banyak daripada populasi produk CB aslinya. Alhasil, motor-motor yang semula ada di daftar tersebut rela diubah bentuk sasis dan bodinya agar menyerupai Honda CB klasik. Demi kecintaan terhadap model ini, tidak sedikit pemilik yang rela merogoh kocek dalam-dalam untuk mendapatkan bentuk kustom yang presisi sesuai impiannya.
Hingga saat ini, meskipun dimensinya tergolong kecil, kepopuleran nama besar Honda CB tetap menggema ke seantero Nusantara. Agar makin banyak yang berkreativitas, saya mempersilahkan kawan-kawan yang sudah mahir untuk saling berbagi pengalaman di blog ini. Karena setiap mekanik pasti punya versi, selera, dan hitungan rasio yang berbeda-beda.
|
Alasan utama mengapa para penggemar tetap setia dengan mesin herdex keluarga Honda ini adalah kemudahan dalam mencari part. Mulai dari komponen milik CB, GL, MegaPro, sampai Tiger, semuanya terkesan serba otomatis PNP (Plug and Play). Maka jangan heran jika mesin-mesin ini bisa saling "selingkuh", bertukar part jeroan untuk menutupi kekurangan satu sama lain.
Langsung saja kita buka dapur pacunya, khususnya di bagian girboks atau gigi rasio. Untuk mendapatkan performa terbaik saat menempuh perjalanan jarak jauh atau touring, kita dituntut jeli dalam memilih kombinasi mata gir transmisi.
📊 Data Spesifikasi Urutan Gigi Rasio (Primer - Sekunder)
Berikut adalah data standar perbandingan mata gigi transmisi dari beberapa tipe motor sport Honda legendaris yang biasa dijadikan bahan racikan girboks:
|
| Tipe Motor | Gigi 1 | Gigi 2 | Gigi 3 | Gigi 4 | Gigi 5 | Gigi 6 |
|---|---|---|---|---|---|---|
| CB 100 K5 | 13 - 36 | 17 - 32 | 20 - 29 | 23 - 27 | 25 - 25 | - |
| CB 100 K2 (Gelatik) | 14 - 35 | 18 - 31 | 21 - 28 | 24 - 26 | 26 - 24 | - |
| GL 100 / GL 125 | 13 - 36 | 17 - 32 | 20 - 28 | 23 - 26 | 25 - 24 | - |
| GL Pro Lama (Platina) | 13 - 36 | 17 - 32 | 20 - 28 | 23 - 26 | 25 - 25 | - |
| GL Pro Series | 13 - 36 | 17 - 31 | 20 - 28 | 23 - 26 | 25 - 24 | - |
| GL Max Neo Tech | 13 - 36 | 17 - 31 | 19 - 26 | 22 - 24 | 31 - 22 | - |
| GL Pro Neo Tech | 13 - 36 | 18 - 31 | 19 - 24 | 22 - 22 | 31 - 26 | - |
| GL 200 (Tiger) | 11 - 28 | 16 - 27 | 25 - 32 | 24 - 25 | 28 - 31 | 27 - 22 |
Melihat data perbandingan di atas, setiap tipe memiliki napas dan karakter torsi yang berbeda di setiap tingkat percepatan. Nah, menurut racikan dan pengalaman Anda selama ini, kombinasi rasio manakah yang paling ideal, padat mengisi, dan napasnya panjang untuk jalur touring jarak jauh?
Semua tentu kembali ke selera, spek langkah kruk as (stroke), dan kubikasi mesin masing-masing. Silakan corat-coret rumus andalan Anda di kolom komentar di bawah ya, Bro! 👇