Belajar Tips

Penyebab Indikator Bensin Motor Tidak Berfungsi & Cara Cek Pelampung

Bangali Oktober 31, 2024

Penyebab Indikator Bensin Motor Tidak Berfungsi: Panduan Cek Pelampung Secara Otodidak

Komponen pelampung bensin motor (fuel sender unit)
Foto: Komponen mekanis pelampung bensin motor (fuel sender unit) yang bertugas membaca isi tangki.

Indikator bensin yang mendadak ngaco atau tidak berfungsi dengan baik sering kali membuat para pengendara bingung dan was-was di jalan, Bro. Bayangkan saja, lu lagi asyik turing atau buru-buru berangkat kerja, tapi jarum spidometer tetep anteng menunjuk ke arah kosong, padahal bensin baru saja diisi penuh hhh. Masalah kelistrikan penunjuk bahan bakar ini sebenarnya sangat umum terjadi pada motor harian. Padahal, komponen vital yang memegang kendali penuh untuk membaca volume isi tangki adalah pelampung bensin atau biasa disebut fuel sender unit. Komponen inilah yang mengirimkan sinyal elektronik ke spidometer untuk menampilkan jumlah bahan bakar secara riil.

Jika jarum indikator bensin motor lu mendadak mogok atau tidak mau naik, jangan buru-buru dibawa ke bengkel resmi dulu, Kawan. Lu bisa melakukan beberapa langkah urutan pemeriksaan sederhana berikut ini secara otodidak di rumah menggunakan peralatan seadanya di garasi.

1. Langkah Pertama: Periksa Lokasi Pelampung Bensin

Mulailah diagnosa dengan membuka jok motor lu, lalu lepaskan tutup plastik atau cover bodi di area sekitar tangki bensin. Perlu diingat, letak posisi dudukan pelampung biasanya agak berbeda pada setiap tipe motor pabrikan. Ada yang posisinya berada tepat di bagian depan, namun ada juga tipe motor yang menempatkannya di sisi belakang tutup tangki bensin hhh. Agar ruang gerak tangan lu lebih leluasa saat menjangkau jalur kabel soketnya, sebaiknya buka juga penutup bodi samping atau boks bagasi motor lu.

Lokasi soket pelampung bensin motor yang akan dicek
Foto: Penampakan lokasi posisi pelampung bensin di atas tangki motor setelah cover penutup dibuka.

2. Teknik Membuka dan Mengecek Kondisi Pelampung

Pada sebagian besar jenis motor matic maupun bebek pabrikan Honda, penutup plat pelampung dapat dilepas dengan cara memutar ring penguncinya ke arah kiri (berlawanan arah jarum jam) memakai bantuan ujung obeng minus hhh. Sistem penguncinya tergolong sangat sederhana, jadi cukup ketuk atau dorong sedikit platnya lalu putar pelan-pelan. Setelah ring pengunci terlepas, angkat pelampung keluar dari dalam tangki bensin secara hati-hati agar tuas kawatnya tidak bengkok, kemudian lepaskan sambungan soket kabelnya.

Selanjutnya, lakukan pengujian nilai tahanan resistor internalnya menggunakan alat bantu AVO meter (multitester). Setel alat ke skala Ohm meter, sambungkan kabel probe merah dan hitam ke terminal pin soket pelampung, lalu gerakkan tuas kawat pelampung naik dan turun secara perlahan:

  • Jika jarum atau angka digital pada AVO meter bergerak berubah naik-turun seiring gerakan tuas, berarti jalur tahanan tembaga pelampung masih bekerja normal.
  • Namun, jika jarum alat ukur diam saja atau menunjukkan angka putus (infinity), kemungkinan besar papan sirkuit resistor di dalam pelampung sudah aus dan wajib diganti hhh.
Cara tes pelampung bensin dengan alat AVO meter
Foto: Proses pengukuran akurasi hantaran listrik pada soket pelampung bensin menggunakan AVO meter manual.

3. Alternatif Solusi: Metode Cek Manual Tanpa AVO Meter

Bagi lu yang kebetulan tidak memiliki alat ukur multimeter atau AVO meter di rumah, jangan panik, Bro hhh. Kita masih bisa memanfaatkan jarum penunjuk indikator bensin yang ada di spidometer motor sebagai alat pengetesan langsung. Caranya, sambungkan kembali soket kabel pelampung, posisikan kunci kontak motor ke **ON**, lalu gerakkan kawat pelampungnya secara manual dengan tangan lu:

  • Saat tuas pelampung lu angkat penuh ke posisi atas, jarum indikator bensin di spidometer seharusnya perlahan-lahan bergerak naik menunjuk ke huruf F (Full).
  • Sebaliknya, ketika kawat pelampung lu turunkan penuh ke posisi paling bawah, jarum spidometer wajib ikut bergerak turun menuju ke huruf E (Empty).
Jarum spidometer menunjuk posisi F (Full) Jarum spidometer menunjuk posisi E (Empty)
Foto: Perbandingan pergerakan jarum spidometer saat mendeteksi posisi tangki Full (Kiri) dan posisi Empty (Kanan).

📋 Tabel Analisa Gejala Kerusakan Sistem Pengukur Bensin

Gejala yang Timbul Kemungkinan Penyebab Tindakan Solusi
Jarum diam total di huruf E Kabel soket putus atau lilitan tembaga pelampung habis. Sambung ulang kabel atau ganti pelampung baru.
Indikator bensin naik-turun ngaco Kuningan sensor pelampung kotor atau berkerak bensin hhh. Bersihkan plat sensor memakai ampelas halus.
Bensin penuh tapi jarum tidak mentok F Kawat tuas pelampung bengkok atau pelampung bocor kemasukan bensin. Luruskan kawat tuas atau ganti pelampung cadangan.

4. Kesimpulan Akhir Pengecekan

Jika setelah lu lakukan kedua metode pengetesan di atas ternyata jarum indikator bensin di spidometer motor lu sama sekali tidak menunjukkan reaksi pergerakan apa pun, besar kemungkinan unit pelampung bensin tersebut memang sudah rusak total atau terdapat kabel jalur utama penyuplai arus listrik yang putus di tengah jalan hhh. Sebaiknya segera lakukan penggantian dengan unit suku cadang baru agar pembacaan volume bahan bakar di tangki motor lu kembali presisi dan akurat.

Demikian pembahasan singkat mengenai cara mendeteksi sekaligus mengatasi masalah indikator bensin motor yang tidak berfungsi dengan baik di rumah. Semoga panduan teknis ringan ini bermanfaat dan bisa membantu lu memahami sistem kerja kelistrikan tangki pada motor kesayangan lu. Selamat mencoba mengoprek secara mandiri, tetap utamakan keamanan kerja di garasi, dan salam sukses otodidak selalu, Bro!

Salam otodidak 🙏

Tinggalkan Balasan