Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Ciri Kampas Rem Motor Habis yang Wajib Diketahui Pengendara

Ciri kampas rem motor habis dan aus yang wajib diketahui pengendara

Ilustrasi: Merawat sistem pengereman motor secara berkala demi keselamatan berkendara | abmgarage.com

Kampas rem pada kendaraan bermotor merupakan salah satu komponen yang amat penting dari segi keamanan dan keselamatan saat berkendara. Berfungsi untuk memperlambat laju kendaraan dan sebagai pengendali kecepatan, perannya jelas tidak boleh disepelekan. Walaupun bentuk fisiknya tergolong kecil dan posisinya agak tersembunyi, mengabaikan kondisi komponen ini bisa berdampak fatal.

Banyak pengendara yang kurang peduli dan baru sibuk melakukan pengecekan ketika rem sudah tidak berfungsi maksimal atau blong. Padahal, jika kamu tidak memperhatikannya, risiko kecelakaan akan meningkat tajam. Hal ini tentu membahayakan kesehatan diri sendiri maupun keselamatan pengguna jalan lainnya. Layaknya komponen fast moving pada umumnya, kampas rem memiliki umur atau masa pemakaian tersendiri yang dipengaruhi oleh jarak tempuh, gaya berkendara, hingga medan jalan yang sering dilalui.

Jika saat berkendara kamu mulai merasakan pedal atau tuas rem kurang pakem, jangan tunda lagi. Itu adalah sinyal kuat bahwa sistem pengereman motor kamu sedang bermasalah. Agar kamu bisa melakukan langkah antisipasi sejak dini, yuk pelajari ciri-ciri kampas rem motor yang sudah habis dan minta segera diganti berikut ini!

1. Jarak Tekan Tuas atau Pedal Rem Terlalu Dalam

Ciri pertama yang paling mudah dirasakan oleh pengendara adalah posisi tuas rem (di setang) atau pedal rem (di kaki) yang menjadi terlalu dalam saat ditekan. Pada rem jenis tromol, hal ini terjadi karena material kampas yang berada di dalam rumah tromol sudah menipis akibat terus-menerus bergesekan.

Ketika kampas menipis, jarak antara permukaan kampas dan dinding tromol menjadi lebih renggang. Akibatnya, kamu membutuhkan tarikan atau injakan yang lebih dalam agar kampas bisa menempel sempurna dan menghentikan putaran roda. Jika setelan rem sudah mentok tapi rem tetap terasa dalam, itu tandanya kampas rem benar-benar sudah aus dan habis.

2. Rem Terasa Keras Namun Motor Tetap Meluncur (Mblunus)

Pernahkah kamu menginjak pedal atau menarik tuas rem dengan kuat, rasanya sangat keras dan kaku, tetapi laju kendaraan sama sekali tidak berkurang secara instan? Istilah populernya di kalangan pencinta otomotif Jawa adalah "mblunus".

Kondisi mblunus ini biasanya disebabkan oleh material kampas rem yang sudah mengeras atau mengalami glazing (permukaan kampas berubah menjadi licin seperti kaca). Faktor utamanya bisa karena usia pakai yang terlalu lama atau kualitas bahan kampas rem yang kurang bagus (imitasi). Saat dibongkar, kampas rem jenis ini mungkin masih terlihat tebal, tetapi secara fungsi ia sudah mati. Kampas tidak lagi memiliki daya cengkeram atau friksi yang cukup untuk menjepit piringan cakram atau tromol depan. Solusi terbaiknya? Langsung ganti dengan kampas rem baru yang original atau berkualitas tinggi.

3. Terdengar Suara Berdecit atau Bergesek yang Kasar

Jika kamu mendengar suara gesekan logam yang kasar mirip bunyi "sreeek sreeek" atau decitan tajam setiap kali melakukan pengereman, itu adalah alarm bahaya. Bunyi ini muncul karena lapisan bantalan kampas rem sudah habis total, sehingga menyisakan lempengan besi dudukannya saja.

Ketika rem digunakan, besi dudukan kampas tersebut akan langsung bergesekan dengan piringan cakram atau dinding tromol. Jika dibiarkan terus-menerus, gesekan antar-logam ini tidak hanya membuat rem blong, tetapi juga akan mengikis dan merusak piringan cakram atau rumah tromol motor kamu. Biaya gantinya tentu akan jauh lebih mahal dibanding sekadar membeli kampas rem baru.

4. Tampilan Fisik Kampas Terlihat Menipis

Bagi motor yang menggunakan sistem rem cakram (disc brake), kamu sebenarnya bisa memantau kondisi kampas rem secara visual tanpa harus membongkarnya. Cukup intip celah pada kaliper rem dari arah depan atau bawah.

Pada kampas rem cakram yang masih bagus, terdapat garis pembatas atau parit kecil di bagian tengahnya yang berfungsi sebagai indikator ketebalan. Jika parit tersebut sudah rata atau tidak terlihat lagi, berarti ketebalan kampas sudah di bawah batas aman (kurang dari 2 mm). Itu adalah indikasi fisik yang valid bahwa kamu harus lekas ke bengkel.

5. Muncul Getaran Kasar Saat Mengerem

Ciri lain yang kerap dirasakan pada rem cakram adalah munculnya getaran yang tidak wajar pada tuas rem sewaktu ditekan dalam kecepatan sedang hingga tinggi. Getaran ini terjadi karena permukaan kampas rem habisnya tidak rata.

Kampas rem yang habis tidak rata akan menekan piringan cakram dengan daya yang tidak seimbang. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu piringan cakram menjadi bergelombang atau melengkung karena paparan panas yang tidak merata. Efeknya, stabilitas berkendara kamu akan sangat terganggu.

Dampak Buruk Menunda Penggantian Kampas Rem

Memaksakan motor tetap jalan dengan kondisi kampas rem yang kritis adalah keputusan yang sangat berisiko. Berikut beberapa kerugian besar yang siap mengintai kamu:

  • Rem Blong Total: Kehilangan daya cengkeram secara mendadak saat di jalan menurun atau kecepatan tinggi, yang memicu kecelakaan fatal.
  • Kerusakan Merembet: Piringan cakram atau tromol akan tergerus parah. Mengganti piringan cakram memakan biaya berkali-kali lipat dari harga kampas rem.
  • Piston Kaliper Macet: Karena kampas terlalu tipis, piston pada kaliper rem akan keluar terlalu jauh melampaui batas normalnya, sehingga rentan macet atau tersangkut.

Kesimpulan

Rem sepeda motor bukan sekadar alat pelengkap, melainkan garda terdepan sistem keselamatan berkendara kamu. Sekali lagi, jika sistem pengereman motor sudah terasa kurang nyaman, mblunus, atau tidak maksimal kerjanya, segera lakukan penggantian kampas rem.

Selalu gunakan suku cadang asli (original) agar daya tahannya lama dan performanya tetap pakem demi melindungi diri sendiri serta orang lain di jalan raya. Ingat bro, mencegah selalu jauh lebih aman dan hemat daripada memperbaiki kerusakan yang sudah terlanjur parah!