Klasemen Moto3 Terbaru: Quiles Hampir Juara, Veda Pratama Posisi 7
Perkembangan terbaru klasemen sementara Moto3 — Veda Pratama tembus 10 besar!
🔥 Klasemen Moto3 2026: Quiles Hampir Tak Tersentuh, Veda Pratama Tembus 10 Besar!
Update per September 2026 — 10 Besar Klasemen Sementara
Halo sobat balap! Musim Moto3 tahun ini ternyata jalannya jauh lebih gila dibanding yang diperkirakan banyak orang. Kalau tahun lalu gelar juara baru diputuskan di balapan terakhir Valencia, musim ini seakan sudah muncul satu nama yang melesat meninggalkan semua lawan: Maximo Quiles dari tim CFMOTO Viel Aspar. Bisa dibilang, musim ini miliknya.
Setelah melewati 10 seri balapan, pembalap asal Spanyol bernomor 28 itu sudah mengoleksi 256 poin, 7 kali juara, dan 11 kali naik podium. Jaraknya ke posisi kedua sudah terpaut 97 poin! Hampir mustahil dikejar sisa musim ini, kecuali Quiles sendiri yang jatuh beruntun. Kalau begini hitungannya, gelar juara dunia sepertinya sudah di tangan Quiles.
Kehebatan Quiles bukan kebetulan semata. Motor CFMOTO yang dikendarainya memang punya keunggulan di trek lurus — top speed-nya gila — tapi tetap lincah saat masuk tikungan sempit. Kombinasi ini bikin Quiles sering lolos dari kepungan pembalap lain yang biasanya bergerombol 10–12 motor. Dari 10 balapan, ia hanya dua kali gagal naik podium. Konsistensinya luar biasa. Bahkan kabarnya tim Aspar sudah mulai siapkan motor untuk Quiles naik ke Moto2 musim depan sebagai calon juara dunia.
⚔️ Perang Saudara KTM: Posisi 2–4 Saling Kejar
Di belakang Quiles, persaingan justru panas sekali dan melibatkan pembalap-pembalap binaan KTM. Posisi kedua dipegang Alvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo dengan 159 poin. Meski belum pernah juara musim ini, konsistensinya naik podium membuatnya tetap bertahan di posisi kedua. Tapi tidak aman — di belakangnya ada David Almansa (Liqui Moly Intact GP) yang cuma tertinggal 5 poin saja dengan 154 poin. Almansa justru lebih tajam, sudah dua kali juara, sayang sekali pernah jatuh di Mugello sehingga kehilangan poin banyak. Dua pembalap muda Spanyol ini sepertinya akan saling kejar sampai musim berakhir.
Posisi keempat ada Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo) dengan 138 poin. Juara JuniorGP tahun lalu ini tampil mengejutkan, sudah dua kali menang di Jerez dan Le Mans. Tapi masih kurang konsisten, terbukti pernah finis di posisi 19 di Silverstone. Posisi kelima dihuni Marco Morelli dari Argentina, rekan setim Quiles, dengan 131 poin. Morelli itu definisi pembalap setia poin — selalu finis di zona poin, belum pernah menang tapi jarang gagal masuk 10 besar. Posisi keenam ada Valentin Perrone dengan 103 poin, juga dari KTM.
🇮🇩 Sorotan Kita: Veda Pratama Tembus 7 Besar!
Nah, ini yang paling bikin bangga kita semua! Pembalap kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama dari Honda Team Asia bernomor balap #9, kini bertengger di posisi ketujuh dengan raihan 97 poin. Ini pencapaian terbaik pembalap Indonesia sepanjang sejarah kejuaraan dunia! Veda sudah dua kali naik podium musim ini, di Austin dan Catalunya. Luar biasa! Mengingat motor Honda yang dipakai bukan yang tercepat musim ini, pencapaian Veda sungguh luar biasa. Dia buktikan bahwa pembalap Asia pun bisa bersaing dengan pembalap Eropa di lintasan mereka sendiri.
Tapi posisi Veda belum aman. Tepat di belakangnya ada pembalap Malaysia, Hakim Danish, yang mengoleksi 90 poin — cuma tertinggal 7 poin saja! Bahkan Danish sudah pernah menang di Sepang, satu-satunya pembalap non-KTM/CFMOTO yang juara musim ini. Persaingan Veda melawan Danish ini diprediksi bakal jadi tontonan paling seru saat MotoGP mampir ke Mandalika bulan Oktober nanti. Di kandang sendiri, Veda tentu ingin tampil lebih depan. Tapi hasil tiga balapan terakhir menunjukkan motor Honda masih kesulitan di trek yang permukaannya licin. Semoga sebelum Mandalika Honda sudah temukan pengaturan yang pas!
Melengkapi 10 besar ada Matteo Bertelle di posisi kesembuhan dengan 71 poin dan Rico Salmela di posisi kesepuluh dengan 60 poin. Keduanya masih berpeluang menyalip Veda kalau performa Honda belum membaik di sisa musim.
| Pos | Pembalap | Tim | Poin | Selisih | Menang | Podium | 3 Balapan Terakhir |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 🇪🇸 Maximo Quiles #28 | CFMOTO Viel Aspar | 256 | — | 7 | 11 | 2, -, 1 |
| 2 | Alvaro Carpe #83 | Red Bull KTM Ajo | 159 | -97 | 0 | 5 | 11, 2, 4 |
| 3 | David Almansa #22 | Liqui Moly Intact GP | 154 | -102 | 2 | 5 | -, 1, 2 |
| 4 | Brian Uriarte #51 | Red Bull KTM Ajo | 138 | -118 | 2 | 3 | 1, 19, 5 |
| 5 | Marco Morelli #97 | CFMOTO Viel Aspar | 131 | -125 | 0 | 4 | 4, 16, 3 |
| 6 | Valentin Perrone #73 | Red Bull KTM Tech3 | 103 | -153 | 0 | 2 | -, 3, 8 |
| 7 | 🇮🇩 Veda Ega Pratama #9 | Honda Team Asia | 97 | -159 | 0 | 2 | 8, 9, 20 |
| 8 | 🇲🇾 Hakim Danish #13 | AEON — MT Helmets — MSI | 90 | -166 | 1 | 2 | 12, -, 12 |
| 9 | Matteo Bertelle #18 | LEVEL UP — MTA | 71 | -185 | 0 | 2 | 3, 10, 11 |
| 10 | Rico Salmela #27 | Red Bull KTM Tech3 | 60 | -196 | 0 | 0 | 5, 7, 22 |
Sisa musim tinggal 5 balapan lagi: Mandalika, Buriram, Phillip Island, Sepang, dan Valencia. Secara hitungan matematika, Quiles sepertinya tinggal butuh sedikit poin lagi untuk resmi jadi juara. Tapi di Moto3, tidak ada yang namanya sudah pasti. Satu kali jatuh di tikungan pertama, semuanya bisa berubah. Jadi jangan lewatkan sisa balapannya, siapa tahu masih ada kejutan!
Khusus untuk Veda, targetnya jelas: pertahankan posisi 7, kejar posisi 6, dan yang paling utama — tampil sebaik mungkin di Mandalika! Kalau bisa naik podium di kandang sendiri, siapa tahu Veda bisa sekaligus menyalip Perrone dan Morelli. Musim ini bukan cuma soal siapa yang jadi juara dunia, tapi juga bukti bahwa pembalap Asia Tenggara — termasuk kita Indonesia — punya kemampuan bersaing di level tertinggi. Terus dukung Veda! 🇮🇩🏍️
Sumber Data: MotoGP.com — Klasemen sementara per September 2026
Catatan: Poin dan posisi bisa berubah seiring berjalannya musim. Selalu cek sumber resmi untuk update terkini.
#Moto32026 #KlasemenMoto3 #VedaEgaPratama #MandalikaGP #MaximoQuiles #HondaTeamAsia