Suasana Meledak di Mataram: Marc Marquez Bikin Warga Mandalika Terpikat Lagi
Suasana Meledak di Mataram: Marc Marquez Bikin Warga Mandalika Terpikat Lagi
Jalanan Kota Mataram siang tadi benar-benar berubah jadi lautan manusia. Sejak pukul 09.00 WITA, ribuan warga sudah memadati trotoar di sepanjang rute pawai, dari Taman Sangkareang hingga Taman Udayana. Mereka tidak sekadar ingin melihat iring-iringan, mereka ingin menyaksikan langsung pahlawan lintasan aspal: Marc Marquez dan deretan pembalap top dunia jelang MotoGP Mandalika 2026.
Bukan sekadar pawai seremonial biasa. Sebanyak 6 unit truk terbuka dan 2 unit double cabin yang sudah dimodifikasi flatbed mengangkut para pembalap. Menariknya, dari kacamata otomotif, motor yang mengawal pawai bukan motor MotoGP prototipe, melainkan jajaran motor sport dan scrambler 250-500cc yang memang disiapkan untuk parade. Terlihat jelas pengawalan dari komunitas motor lokal NTB yang menggunakan Yamaha XSR, Honda CB dan Ducati Scrambler sebagai pembuka jalan. Ini jadi bukti bahwa kultur motor custom di Lombok sudah sangat kuat.
Sorak-sorai paling pecah saat truk yang membawa Marc Marquez melintas di depan Kantor Gubernur NTB. Nama "Marquez! Marquez!" diteriakkan ribuan warga, dari anak sekolah sampai bapak-bapak ojek. Pembalap asal Spanyol itu sendiri tampak terus melambaikan tangan dan melempar senyum, sesekali mengacungkan jempol. Fenomena ini bukan hal baru di Mandalika, tapi tahun 2026 ini terasa jauh lebih besar.
Bukan Hanya Marquez, Ada Quartararo Hingga Veda Ega Pratama
Selain Marquez, pawai kali ini juga dihadiri bintang-bintang lain. Fabio Quartararo dengan ciri khas rambutnya, Brad Binder yang terkenal agresif, hingga para rookie MotoGP 2026 ikut menyapa. Yang membuat kami di ABM Garage paling bangga adalah kehadiran dua putra terbaik Indonesia: Mario Aji dan Veda Ega Pratama.
Kehadiran Veda Ega ini sangat penting untuk ekosistem otomotif lokal. Anak muda asal Gunungkidul ini sekarang jadi ikon bahwa pembalap Indonesia bisa bersaing di level dunia. Dampaknya langsung terasa di bengkel-bengkel seperti kami: banyak anak muda di Mataram dan Lombok Tengah yang datang konsultasi setting motor balap miniGP, ingin mengikuti jejak Veda. MotoGP Mandalika secara tidak langsung telah menghidupkan industri balap lokal dan penjualan part racing.
Tradisi Sembeq dan Sambutan Gubernur NTB
Di garis finis pawai di Taman Udayana, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sudah menunggu bersama ratusan anak sekolah yang melambaikan bendera Merah Putih. Ada momen unik yang tidak ada di seri MotoGP lain: Gubernur menyerahkan doa tulus melalui tradisi khas Suku Sasak, yaitu Sembeq. Tradisi ini adalah selendang atau kain tenun yang diberikan sebagai simbol penghormatan dan doa keselamatan bagi tamu kehormatan. Sembeq khusus diberikan kepada Marc Marquez sebagai harapan agar diberi keselamatan dan keberkahan selama membalap di Mandalika.
Dari sisi budaya otomotif, ini adalah perpaduan yang cerdas. Mandalika tidak hanya menjual sirkuit, tapi menjual cerita dan budaya. Ini yang membuat MotoGP Mandalika selalu sold out, berbeda dengan beberapa seri di negara lain yang sepi penonton.
"Senang sekali bisa kembali ke sini. Sejak sirkuit ini dibuka, saya belum pernah mencatatkan finis yang memuaskan. Kali ini saya ingin mengubah cerita itu. Anggaplah Mandalika ini rumah kedua kami." — Marc Marquez
Dampak Pawai Bagi Pasar Jual Beli Motor di Mataram
Sebagai pecinta otomotif juga, kalau saya lihat dari Kediri, fenomena pawai di Mataram ini keren banget. Ini jadi momen yang pas buat teman-teman pengusaha jual beli motor di sana. Biasanya habis ada event sebesar MotoGP Mandalika, minat warga sekitar untuk punya motor sport seperti Yamaha R15 atau Honda CBR150R jadi ikut naik karena euforianya masih kebawa. Jadi secara tidak langsung, event ini bisa jadi berkah buat pasar otomotif di Lombok.
Pawai seperti ini juga jadi ajang edukasi safety riding yang tidak langsung. Polisi dan panitia MGPA terlihat ketat melakukan pengamanan. Semua pembalap dan pengawalan wajib helm, dan kecepatan pawai dibatasi di bawah 30 km/jam. Ini contoh yang baik bahwa arak-arakan motor besar pun harus tertib.
Saat pawai usai sekitar pukul 12.30 WITA, sisa sorak masih terdengar di sudut-sudut kota. Warung kopi di sekitar Udayana penuh membahas siapa yang akan jadi juara. Semua mata kini tertuju ke Sirkuit Mandalika di Lombok Tengah. Tiga hari lagi, lampu start akan padam.
Dan Marc Marquez? Ia tak hanya datang untuk ikut balapan. Dengan statusnya sebagai salah satu kandidat juara dunia MotoGP 2026, ia datang untuk membalas dendam atas hasil kurang maksimal di tahun-tahun sebelumnya, sekaligus mempersembahkan kemenangan bagi pulau yang menyambutnya sehangat keluarga sendiri.
Jadwal Lengkap MotoGP Mandalika 2026
- Jumat, 9 Okt: Free Practice 1 & 2 (Moto3, Moto2, MotoGP)
- Sabtu, 10 Okt: Qualifikasi & Sprint Race MotoGP (15.00 WITA)
- Minggu, 11 Okt: Race Day - Balapan Utama MotoGP (15.00 WITA)
Lokasi: Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, NTB.